NIAS – Land der Menschen

Nias Land Der Menschen

Harga: Rp. 75.000,-

No. Produk                    : MPN-2025-01

ISBN                               : –

Diedit oleh                     : P. Johannes Hämmerle, OFMCap.

Berat                               : 200 gr


Sinopsis Buku “Nias – Land der Menschen”
Buku ini sebuah karya mendalam yang ditulis dalam bahasa Jerman oleh Pater Johannes M. Hämmerle, OFMCap, seorang imam Katolik dari Ordo Kapusin yang telah tinggal dan melayani di Pulau Nias sejak tahun 1971. Melalui buku ini, sang penulis membagikan hasil penelitiannya yang teliti, penuh dedikasi, dan berbasis pengalaman langsung selama bertahun-tahun di tengah masyarakat Nias, khususnya di wilayah Nias Tengah bagian timur (Kecamatan Gomo dan Lahusa).

Buku ini mengangkat warisan budaya dan sejarah masyarakat Nias yang kaya, namun belum banyak terdokumentasikan, terutama dari wilayah Nias Tengah yang selama ini kurang terwakili dalam literatur ilmiah. Materi utama dikumpulkan bersama Cosmas Samueli Baene (Ama Zaro), seorang tokoh adat dari Hililaora yang berperan besar dalam menyampaikan tradisi lisan, silsilah, dan kisah-kisah leluhur.
Salah satu kisah utama yang dituturkan adalah legenda asal-usul manusia Nias melalui tokoh mitologis Siraso dan Telögu, yang menggambarkan proses penciptaan, perjalanan, dan penyebaran manusia pertama di pulau ini. Diceritakan pula asal usul nama-nama sungai, pembentukan masyarakat adat, dan konsep penting seperti Adu (patung leluhur) serta makna spiritual dari simbol-simbol budaya Nias.

Buku ini juga mengupas secara sistematis wilayah-wilayah di Nias berdasarkan pembagian geografis dan administratif, menjelaskan struktur sosial, adat pernikahan, dan kepercayaan tradisional dengan pendekatan antropologi dan etnografi. Narasi yang kuat dilengkapi dengan hasil observasi lapangan, wawancara, catatan etnografis, serta foto dan menjadikan buku ini sebagai dokumentasi yang sangat berharga.
Ditulis dengan gaya yang reflektif dan penuh empati, buku ini bukan hanya sebuah catatan akademis, tetapi juga bentuk penghormatan kepada kearifan lokal dan identitas budaya Nias. Penulis mengajak pembaca untuk menghargai dan melestarikan warisan leluhur yang nyaris terlupakan.

Post a comment